coachfactoryoutletonlinestorez.net – Mie Gacoan telah menjadi fenomena kuliner di Indonesia, terutama di kalangan anak muda yang menyukai makanan pedas. Restoran ini, yang berada di bawah naungan PT Pesta Pora Abadi, menawarkan pengalaman makan mie dengan cita rasa pedas yang unik dan harga terjangkau.
Asal-Usul dan Sejarah
Mie Gacoan didirikan pada awal tahun 2016 di Malang, Jawa Timur, oleh Anton Kurniawan, yang menjabat sebagai CEO PT Pesta Pora Abadi. Nama “Gacoan” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “jagoan” atau “andalan,” mencerminkan visi untuk menjadi pilihan utama pecinta kuliner pedas. Meskipun sering dikira sebagai pendiri, Harris Kristanto sebenarnya adalah Chief Operating Officer (COO) yang berperan besar dalam operasional dan ekspansi bisnis.
Dari gerai pertamanya di Malang, Mie Gacoan berkembang pesat dan kini memiliki lebih dari 300 cabang di berbagai kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Bali, Medan, hingga Manado, menjangkau 29 dari 38 provinsi di Indonesia per tahun 2025. Waralaba ini mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan, menjadikannya salah satu pemain utama di industri makanan cepat saji Indonesia.
Menu Andalan dan Varian Rasa
Mie Gacoan terkenal dengan mi goreng pedasnya yang disajikan dengan potongan ayam cincang dan pangsit goreng renyah. Restoran ini menawarkan tiga varian utama mie:
-
Mie Suit: Varian tidak pedas dengan cita rasa gurih, cocok untuk anak-anak atau mereka yang tidak tahan pedas.
-
Mie Hompimpa: Rasa pedas-gurih dengan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan hingga 8 level, menarik bagi remaja dan dewasa muda.
-
Mie Gacoan: Varian paling populer dengan perpaduan rasa pedas-manis dan kecap, menjadi favorit penggemar pedas.
Selain mie, Mie Gacoan juga menyediakan dimsum seperti udang rambutan, lumpia udang, dan udang keju, yang dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp9.000. Minuman dengan nama unik seperti Es Gobak Sodor, Es Teklek, Es Petak Umpet, dan Es Sluku Bathok (sebelumnya bernama Es Genderuwo, Es Tuyul, dll.) menambah daya tarik dengan harga mulai dari Rp4.500 hingga Rp9.000.
Perubahan Nama Menu dan Sertifikasi Halal
Pada awalnya, Mie Gacoan menggunakan nama menu yang kontroversial seperti Mie Setan, Mie Iblis, Es Tuyul, dan Es Genderuwo, yang mengundang perhatian karena dianggap tidak sesuai dengan kriteria Sistem Jaminan Halal (SJH) oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Untuk memenuhi standar halal, pada 1 Februari 2023, nama-nama ini diubah menjadi nama-nama permainan tradisional Jawa, seperti Mie Hompimpa dan Es Gobak Sodor.
Pada 22 Juni 2023, Mie Gacoan resmi mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, menghilangkan kekhawatiran pelanggan tentang kehalalan makanan. Sertifikat ini berlaku hingga 17 November 2026, memastikan semua gerai dan bahan yang digunakan memenuhi standar halal.
Harga Terjangkau dan Daya Tarik
Salah satu kunci kesuksesan Mie Gacoan adalah harganya yang sangat ramah di kantong. Harga mie mulai dari Rp10.000, dimsum Rp8.000, dan minuman Rp4.500, menjadikannya pilihan favorit pelajar, mahasiswa, dan keluarga. Lokasi gerai yang strategis, desain restoran modern yang “Instagramable,” dan suasana nyaman juga membuat Mie Gacoan selalu ramai, dengan antrean panjang yang sering viral di media sosial.
Mie Gacoan juga bekerja sama dengan layanan pesan antar seperti Grab, Gojek, dan Shopee Food, meningkatkan aksesibilitas bagi pelanggan. Sistem antrean otomatis via QR Code di beberapa gerai menambah efisiensi pelayanan.
Kontroversi dan Klarifikasi
Mie Gacoan sempat menghadapi sejumlah kontroversi, termasuk masalah perizinan gerai di beberapa kota seperti Tangerang Selatan, Bogor, dan Bandung pada 2022, yang menyebabkan penyegelan sementara karena kurangnya izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Pada Februari 2025, sebuah hoaks viral di media sosial mengklaim bahwa Mie Gacoan disegel karena mengandung minyak babi. Penelusuran menunjukkan bahwa penyegelan di Serpong, Tangerang Selatan, terjadi karena masalah perizinan, bukan karena bahan makanan. Mie Gacoan telah menegaskan bahwa semua menu mereka halal dan bebas dari bahan non-halal seperti minyak babi.
Selain itu, pada Juli 2025, Mie Gacoan di Bali terseret kasus dugaan pelanggaran hak cipta karena memutar musik tanpa membayar royalti kepada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). PT Mitra Bali Sukses, yang mengelola gerai di Bali, diperkirakan memiliki tunggakan royalti hingga Rp7 miliar.
Ekspansi dan Prestasi
Mie Gacoan telah mencatat prestasi luar biasa, dengan penjualan lebih dari 10 juta porsi mie per tahun dan menjadi market leader di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. Ekspansi agresif dimulai pada akhir 2010-an, dengan pembukaan cabang di Bali (2018), Sumatra (2022), Sulawesi (2023), dan Kalimantan (2024).
Pada 2022, Presiden Joko Widodo mengunjungi gerai Mie Gacoan di Mataram, NTB, yang meningkatkan popularitas merek ini secara nasional. Waralaba ini juga membuka peluang franchise dengan biaya mulai dari Rp125 juta, menarik minat pengusaha lokal untuk bergabung.
Pengalaman Pelanggan
Mie Gacoan dikenal karena suasana restoran yang luas, bersih, dan nyaman, sering menjadi tempat nongkrong favorit anak muda. Namun, beberapa pelanggan mengeluhkan antrean panjang yang bisa memakan waktu berjam-jam, terutama saat pembukaan gerai baru. Kualitas rasa yang konsisten dan variasi level kepedasan menjadi daya tarik utama, meskipun beberapa pelanggan menyarankan untuk memulai dari level pedas rendah (1 atau 2) bagi pemula.
Mie Gacoan bukan sekadar restoran mie pedas, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda Indonesia. Dengan konsep modern, harga terjangkau, dan cita rasa yang menggoda, waralaba ini terus berkembang dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar kuliner pedas di Indonesia. Meskipun menghadapi beberapa tantangan, seperti kontroversi nama menu dan perizinan, Mie Gacoan berhasil mengatasi hambatan tersebut dengan inovasi dan komitmen terhadap kepuasan pelanggan. Bagi pecinta kuliner pedas, Mie Gacoan adalah destinasi wajib untuk menikmati pengalaman makan yang tak terlupakan.